Maaf, dengan budget sekitar 180 juta dolar (tahun 2004) film Troy ini tidak mendapat point dari saya. Latar belakang konflik ceritanya tidak mempunyai motif yang kuat. Hanya gara-gara cinta dan nafsu seorang anak muda pengecut menyebabkan 2 negara berperang berebut seorang wanita (yang gak istimewa). Seolah tidak ada peranan akal sehat disini, cuma pamer kekekaran otot dan seragam perang. Saya tidak tahu mana klimaks yang diinginkan dari cerita Troy ini. Bila ini cerita tentang ambisi dunia laki-laki tentang keabadian nama besar, maka saya bilang kurang fokus.  Si Achiles sang preman tanpa takut ternyata mati hanya karena menyelamatkan seorang wanita yang tak punya latar belakang dengannya sama sekali, ndak ngerti saya apa yang menyebabkan dia malah mencari-cari gadis itu ditengah hiruk pikuknya peperangan sebegitu besar.
Adegan kuda troya yang terkenal sepanjang masa itu hanya berjalan datar tanpa rencana dan penguatan musik atau adegan yang detail. Datar. Tanpa ketegangan yang berarti. Itu menurut saya. Sayang sekali melihat dana yang dihabiskan untuk membuat setting begitu megah dan durasi 3 VCD yang dihabiskannya.
Sory, no point.
|