02

Jul

2008

Babel
Movie

Sinopsis : Bersenjatakan sebuah senapan Winchester , dua orang bocah Maroko menggembala kambing. Dalam kesunyian gurun pasir, mereka memutuskan untuk mencoba senapan tersebut namun peluru meluncur lebih jauh dari yang mereka duga . Pada saat bersamaan, empat kehidupan terpisah, sekelompok orang-orang asing terpisahkan oleh tiga benua berbeda. Terjebak dalam kecelakaan yang mengakibatkan kepanikan luar biasa, menimpa pasangan Amerika (Brad Pitt dan Cate Blanchett) yang sedang berlibur, seorang ayah dan anak tuli belasan tahun di Jepang yang suka memberontak, seorang pengasuh anak di Meksiko yang tanpa izin membawa dua orang anak Amerika ke perbatasan. Tak satu pun dari mereka akan bertemu, hubungan secara tidak langsung tercipta diantara mereka. Semuanya akan tetap terisolir karena ketidakmampuan mereka berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

Babel
Babel

Ini kali pertama artikel review saya tentang sebuah film. Sudah banyak film yang saya tonton dan sangat ingin saya menulis kesan dan pesan dari kacamata saya, namun baru saat ini akhirnya saya menulisnya. Sebelumnya hanya sekadar bahan obrolan seru diantara saya dan teman-teman. Mereka tahu saya suka nonton film.

Jempol empat! Film ini begitu detail disetiap scene dan adegannya. Tanpa efek animasi, tanpa action ala rambo, tanpa jurus ala jet lee, namun film ini membuat saya tak beranjak dari tempat duduk dari detik awal sampai akhir. Alur ceritanya soooo genius!. Pemisahan 4 adegan di awal film yang kemudian menyambung dengan sendirinya diakhir saya acungi jempol empat. Garapannya sungguh luar biasa. Tak salah dia mendapat piala oscar untuk kategori sutradara dan gambar terbaik.

Film ini menurut saya contoh terbaik dari teknik penyutradaraan, yaitu bagaimana seorang sutradara mengarahkan jalan cerita, mengambil sudut pandang, memilih pemain dan blocking setiap adegan. Sekali lagi tanpa efek animasi. Apa yang terambil oleh kamera itulah yang akan ditayangkan, jadi memang benar-benar diperlukan stok adegan film yang prima, dan sang sutradara berhasil melakukannya.

Sungguh patut ditiru dan (entah kapan saya bisa melakukannya..) saya sering lihat di perfilman kita banyak film Indonesia yang –karena keterbatasan teknik dan dana- menonjolkan sisi cerita dan penyutradaraan. Secara mereka belum mampu membuat efek animasi secanggih X-men atau Matrix, okelah maka mereka membuat Ayat Ayat Cinta atau Arisan yang minim efek. Maka Babel ini adalah referensi standar yang musti diraih untuk membuat film berjenis drama.

Hehe, telat ya saya nonton ini, ndak papalah review ini buat yang belum nonton. Yang sudah pernah nonton ya sudah, simpen saja filmnya lalu tonton lagi yang lain.

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
Comments (3)
  • Dyah
    avatar
    wah suka nonton film juga...aku juga hobi tp gak tersalurkan. Ayo bikin review film yg lain
  • Agus  - Lum nonton nech
    avatar
    duh, lagi males jalan ke bioskop me..
  • riia  - ;)
    avatar
    awalnya susah ngerti,,tpi lama2 ox juga
    hee..
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
:):grin;)8):p:roll:eek:upset:zzz:sigh:?:cry:(:x
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 
Webame268.com
Fun Id Card , kartu pergaulan Anda!! Trusted Bali Business Directory Joomla templates and extensions dotshop, Toko Online Otomatis untuk Anda! Eko Flower | Perangkai Bunga Istana Negara Bali Pasadena Furniture | Finest Rattan Manufacture in Bali Info Cepat Jual Beli dll untuk Anda Omah Desa | Rumah Damai di tengah Desa. Harga Promo! Property Gallery Bali Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Ingin pasang banner disini? Klik ini..

My Blog Categories