Di sebuah diskotik. Si cowok berpesan kepada pramusaji, "hi bro.. tolong campurkan ini ke dalam minumannya" sembari tak lupa menyelipkan selembar uang ditangannya.. "OK, bos.." balas si pelayan sambil mengedipkan mata dengan liciknya. Tak berapa lama, minuman telah tersaji dimeja didepan si cewek yang cantik dan berdandan seksi. Pakaian minim ala modern minimalis. Bla bla bla.. dan si cewek meminumnya. Tak berapa lama sang cewek mulai tampak tak berdaya dan dengan sigapnya sang cowok membantunya masuk ke dalam mobil. Seperti yang sudah diniatkan, jam menunjukkan pukul 23.00. Sang cewek berkata dengan lirihnya, "… kita mau pulang kan?…" "..yoi, jangan kuatir…" begitu jawab sang cowok yang telah 5 bulan dikenalnya sebagai "cowok yang baik" itu. Tak berapa lama sampailah mereka ditempat yang dituju. Sang cowok dengan sigap membantu pacarnya yang tidak sadarkan diri itu. … singkat cerita pagi hari sang cewek menyadiri bahwa dirinya berada disuatu tempat asing dan sesuatu barusan terjadi padanya. Sang cowok pura-pura menyesal di sampingnya. Sang cewek marah-marah mengatakan sang cowok tidak berbudi dan tak lagi mau berpacaran dengannya…
Selanjutkan kisah ini masih berlanjut panjang… tapi saya stop saja disini, pertama karena saya memang tidak pernah sreg dengan cerita dan adegan sinetron Indonesia, sering merasa mual-mual kalau melihatya, kedua karena di rumah saya tidak menyediakan TV. Saya pakai combo, jadi harus back to keyboard.
Yang membuat kita mikir, "mungkinkan itu adalah hal yang pertama kali dilakukan oleh sang cowok?". Level -maaf- "meniduri" umumnya adalah level terakhir dari hasrat untuk mencari kenikmatan. Sebelum itu tentunya diawali dengan dengan fase "pra tidur" semisal senggal-senggol, raba-raba atau semacamnya yang lebih logis bila dilakukan cukup didalam mobil, dalam bioskop, tidak perlu sampai harus check in dalam hotel. Masalahnya, adegan di sinetron itu tidak/belum pernah menampilkan adegan "pra tidur" tadi, ketika mereka pacaran adegannya adalah berlari-lari, makan bersama, saling menggoda dan bahkan ketika bersenggolanpun mereka cukup kaget dengan ketidaksengajaan itu. What I’m trying to say, intinya, jangan-jangan fase "pra tidur" itu sudah dianggap jamak dan umum dalam cara berpacaran mereka (dengan kata lain, sangat rentan ditiru atau bahkan sudah menjadi budaya), karena buktinya si cewek baru kaget dan berkata bahwa si cowok tidak berbudi ketika sudah di fase "tidur" dan tidak mengatakan apa-apa alias enjoy aja pada apapun sebelum itu. Karena "Annafsu kat thifli in tuhmilhu sabba ala hubbir rodlo’" hawa nafsu itu adalah seperti anak kecil bila kau ikuti trus keinginannnya dia akan tidak mau lepas menetek susu.
|