16

Nov

2011

Tata Tertib Tawuran
General


  1. Bila kalian sudah berkumpul, buatlah lingkaran besar, sekitar radius 10 – 30 meter. Jangan berlari-lari tanpa arah dan tidak jelas mana targetmu.
  2. Setelah lingkaran terbentuk, pilihlah 5-10 orang terbaik yang akan mewakili masing-masing kelompokmu untuk berkelahi 1 lawan 1. Hanya tangan kosong, senjata tidak diperkenankan karena nilai kemenangan tidak akan akurat
  3. Masing-masing wakil bergiliran maju satu persatu hingga berakhir dengan ketidakberdayaan salah satu, kalo bisa jangan sampe mati karena kurang mengandung unsur entertaintment. Agar lebih resmi dianjurkan memakai seragam atau bendera symbol masing-masing kelompok, karena yang demikian akan memberikan spirit kepada para petawur dan menjelaskan kepada penonton dan masyarakat siapa pihak yang sedang bertikai
  4. Para penonton yang lain boleh memberi dukungan semaksimal mungkin dengan yel-yel, tarian, instrument, asalkan tetap menjaga kehormatan tawuran yaitu dilarang mencurangi lawan dengan senjata-senjata rahasia jarak jauh misal sumpit, panah, pistol, batu dll. Bila lawan terlempar ke pihak penonton segera kembalikan ke tengah arena tanpa diusik
  5. Bila sebuah babak sudah berakhir, terimalah kekalahan atau kemenangan wakil Anda dengan sportif dan legowo, bila masih belum puas majulah sendiri satu lawan satu, jangan hanya berani teriak tapi temannya yang suruh maju.
  6. Setelah semua wakil selesai bertawur maka bubarlah dengan tertib, bawalah segera jagoan-jagoan Anda yang terluka ke puskesmas terdekat atau lebih baik Anda sudah menyiapkan kotak P3K sendiri atau seksi kesehatan di kelompok Anda.
  7. Pertawuran yang sporadis, melempar batu, menghancurkan kampus sendiri, memacetkan jalan, mengacung-ngacungkan senjata dibelakang barisan, merusak kendaraan adalah tawuran tanpa kemenangan dan kehormatan yang tidak pernah ditulis oleh sejarah dan tidak pernah dicontohkan oleh nenek moyang kita sejak jaman Majapahit.
  8. Bila Anda mengikuti tata tertib tersebut diatas maka beberapa manfaat yang bisa dipetik adalah : Masalah dan pihak individu yang bertikai terlihat lebih jelas, Anda akan lebih selamat dari menjadi korban solidaritas kelompok yang absurd. Pada level tertentu acara tawuran tertib ini bisa di dokumentasikan dan dijual secara komersil karena mengandung unsur entertainment tertentu, lihat referensi video “Backyard Fighting”.

Demikian tata tertib ini dibuat semoga berguna bagi semua pihak, khususnya para pecinta tawuran masal yang kesulitan mencari buku panduannya.

{fcomment}

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

22

Sep

2011

Setelah Acara Makan
General

Ya ayyuhal Indonesiyyun, iyya kum wa iyya ya bi ma sughlin bi aklin faqot.. Marilah kita tingkatkan tujuan akhir acara kita dengan acara lain setelah acara makan. Marilah tidak kita jadikan makan sebagai acara inti. Marilah sedikit kita turunkan derajat kepentingan acara makan. Marilah kita tidak terlalu ribet dan ribut mengenai acara makan. Marilah, yuk mariii…

Sebelumnya maaf, saya akan menyebutnya orang Indonesia sebagai obyek percakapan kita ini. Pertama adalah justru karena saya cinta bangsa Indonesia saudara saya setanah air maka saya akan kritik apa adanya – semakin pedas kritik biasanya menandakan kita semakin akrab kan?.. Apakah itu termasuk Anda? bisa jadi iya, saya juga, bila tidak merasa dikritik ya sila lewat sahaja, anggap aja Anda pernah membaca topik ini beberapa tahun lalu dan sekarang sudah insap hehe.. Kedua adalah karena wacana percakapan ini adalah menyangkut perbandingan budaya kelompok bangsa, jadi tidak ada kata ganti obyek yang lebih tepat selain mensekupkan satu bangsa. Ketiga, bacalah dengan duduk bersama mas Arif dan Bijaksana karena komen terpopuler nantinya adalah ‘ah ya tidak semua begitu..’ sekali lagi yang menjadi objek adalah ‘yang begitu..’ biar gak terlalu panjang bahasan objek percakapannya.

Ini penting, karena gara-gara mikir makan inilah banyak orang Indonesia yang menjadi direction disoriented alias bingung arah. Maksud saya, banyak sekali energi dan perhatiannya tersedot oleh urusan acara makan sampai acara yang lainnya jadi tidak penting lagi. Kalo kita ke tempat rekreasi banyak sekali rombongan yang berhenti di tempat untuk makan dan tidak lagi ‘terlalu’ penasaran menikmati tempat rekreasinya. Acara ceremonial tidak lagi konsen karena menunggu acara makannya. Kebanyakan kita  juga tidak tertarik blusukan eksplorasi tambang atau harta karun karena takut memikirkan makannya.

Dalam satu hal, orang Madura terkenal daya kapilaritasnya sehingga bisa berada dimana-mana, bisa hidup di rombong ukuran 2x1 meter sementara orang lain akan berpikir detail makannya dulu sebelum memutuskan menetap disitu. Begitulah perbandingan tentang daya kapilaritas atau keberanian bergerak seseorang dalam skala suku. Dalam skala bangsa kita perlu bandingkan dengan bangsa penjajah seperti Belanda, Portugis, Inggris, Perancis, Jerman dkk. Jika saja mereka meributkan acara makan mungkin saja mereka tidak jadi menjelajah sampai pojokan Afrika atau ke tengah belantara Kamboja atau bahkan ke pedalaman sumur Freeport.

Eh jangan salah, mereka itu sangat meribetkan tata acara makan lho –mulai dari table manner sampai bahan-bahan resepnya. Memang, tapi acara makan yang seribet itu tidak mengalihkan perhatian mereka pada tujuan yang menurut mereka lebih penting, diantaranya adalah jajah deso milang kori itu tadi.

***

Sementara kita sedang sibuk mbeber kloso, angkat-angkat magicjar, mengeluarkan piring-piring dari bagasi, bule-bule itu sudah sampe ditengah laut dengan papan surfing atau snorkelnya. Mereka apa gak lapar ya?.. ya lapar lah tapi ya itulah, urusan makan tidak begitu utama hingga memberhentikan mereka di pinggir pantai saja.

Keterbatasan berpikir sampai urusan makan saja ini terkadang sedemikian bablasnya hingga ada anggapan anak yang gendut berarti baik. Orang tua senang anaknya segera jadi ibu gemuk setelah menikah, itu tandanya hidup berkecukupan. Walhasil orang gemuk disini lebih dihormati.

Saya yakin cerita para pejuang adalah selalu ada cara lelakon, alias menyisihkan makan. Itulah sehingga mereka menjadi cerita nenek moyang kita dulu yang katanya pelaut, suka berlayar sampai negara jauh, menjadi para empu, pandita, datuk dan mbah yang angker. Tapi memang dalam sejarah cerita ‘kurang makan’ ini juga menjadi background pemandangan para budak dan pekerja rodi yang menyedihkan, sementara para mandor, centeng dan juragan divisualkan sebagai orang-orang gemuk. Apakah karena nostalgia kisah itu sehingga kita masih membayangkan orang gemuk adalah terhormat karena gemuknya?

***

Dalam hubungannya dengan seni layout, dulu trend design adalah tulisan gede-gede supaya jelas terbaca maksudnya. Dalam perkembangannya sekarang banyak layout yang bertuliskan huruf ukuran kecil tapi benar-benar diatur letaknya dan halaman diisi dengan unsur lain –warna, gambar atau icon- sehingga menimbulkan efek yang sama bahkan lebih, yaitu attention dan interest dari pemirsanya. Mereka secara lebih santun dirayu untuk menikmati layout sebuah halaman yang berisi informasi tertentu. Dulu sebuah poster bisa dibaca dari jarak 10 meter, sekarang dari jarak yang sama posternya cuma bergambar tanda seru besar warna merah, orang jadi penasaran lalu mendekat dan akhirnya dari jarak 1 meter baru terbaca tulisan kecil dibawahnya.

Jadi ayyuhal Indonesiyyun, simbolkan ‘acara makan’ dengan ukuran huruf di layout tadi, mari kita perkecil ukuran hurufnya, lalu kita lengkapi layout halaman dengan komponen lain sehingga desain halaman tadi terlihat lebih artistik dan tuntas. Jadikan acara makan sebagai acara penting tapi sebagai pelengkap sahaja dari acara besar yang sebenarnya.

{fcomment}

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

09

Sep

2011

Pengumuman
General


Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

 
Webame268.com
cheap room in Bali Trusted Bali Business Directory Joomla templates and extensions dotshop, Toko Online Otomatis untuk Anda! Eko Flower | Perangkai Bunga Istana Negara Bali Pasadena Furniture | Finest Rattan Manufacture in Bali Info Cepat Jual Beli dll untuk Anda Omah Desa | Rumah Damai di tengah Desa. Harga Promo! Property Gallery Bali Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Ingin pasang banner disini? Klik ini..

My Blog Categories