Saya ingin membagi pengalaman dengan printer ini. Canon Pixma iP1880 . One word : Amazing!. Membeli printer ini waktu itu karena ada teman yang minta dibuatkan sebuah mockup buku. Jumlahnya cukup lumayan, saya total waktu itu 5900 halaman. 12 rim kertas A4!.
 Canon Pixma iP1880 Singkat cerita, printer ini akhirnya saya minta dengan hormat untuk bekerja maraton tanpa henti mencetak 5900 halaman lebih dalam 3 hari kerja . Dan ternyata dia melaksanakannya tanpa keluhan. Hanya ada sekitar 10 halaman yang gagal tercetak, itupun karena kertas yang lecek.Untuk tinta saya gunakan refill hitam bermerk Blueprint, yang ternyata juga mengalir lancar tanpa keluhan. Sebagai ukuran, untuk mencetak sebanyak itu saat itu saya harus melakukan beberapa kali suntikan refill hingga hampir menghabiskan 2/3 isi botol refil (1 botol ukuran 100ml). Saya puas dengan hasil kerja alat satu ini, CanoniP1800.  Refill hitam Lebih hebat lagi, sampai sekarang sudah berumur sekitar 6 bulan dan masih bertugas dengan baik, artinya = pattern masih tajam, cartridge belum mblobor alias masih mencetak dengan jelas. Mungkin sudah menghabiskan 2 rim lagi dan belum ada tanda-tanda loyo. Kecepatannya juga hebat, saya tidak menghitung, tapi saya cukup yakin sekitar 20ppm (pages per minute). Perbedaan kecepatan yang sangat signifikan dibanding printer saya sebelumnya, Epson C45 .Sekarang refill hitam saya 100ml sudah habis dan printer ini belum juga menyerah. Mudah-mudahan awet sampai tua. Amin. NB : Entah kenapa kok menggunakan pengkodean yang aneh : iP1880 (perhatikan i yang menggunakan huruf kecil), saya kira itu adalah menyangkut typography (karena kebetulan saya mengajar mata kuliah ini) sebagai antisipasi rancunya membedakan huruf I (capital ) dan L yang ditulis memakai font Arial. Sampai-sampai seorang teman (lupa blognya) membuat sebuah pernyataan bagaimana bencinya dia kepada font Arial karena sering susah membedakan I dan L. Begitu.
|