

Ada perdebatan yang tak kunjung habisnya di banyak forum otomatif tentang mana yang lebih baik FWD (penggerak roda depan) atau RWD (penggerak roda belakang). Mari kita baca saja Front Wheel Drive Sejak 1920-an FWD tidak menarik perhatian konsumen otomotif, hingga terjadi krisis minyak pada 1970-an. Masyarakat di Amerika sangat memperhitungkan konsumsi bahan bakar, para pembuat otomotif mulai mencari cara untuk meningkatkan FC (fuel consumption). Cara terbaik tentu saja adalah mengurangi ukuran dan berat kendaraan. Ketika ukuran kendaraan lebih kecil, mereka memerlukan layout yang efisien supaya ruang penumpang tetap lapang. FWD adalah solusi. Dengan menempatkan mesin dan axle tranmisi menjadi satu di depan, maka tidak ada lagi rumah transmisi yang melewati dan mengurangi kompartemen ruang penumpang. Selain itu, ruang mesin juga bisa menjadi lebih kecil karena posisi mesin dan tranmisi menjadi lebih dekat. Ada lagi kelebihan lainnya yaitu dengan pembagian berat 60% depan dan 40% di belakang maka FWD lebih menguntungkan untuk medan licin seperti jalan bersalju. Hanya saja kelebihannya memang Cuma itu saja. Karena lebih berat di depan, maka mobil FWD tidak well balance, karena itu tidak begitu bagus dalam handling. Selain itu, ketika banyak kendaraan berkembang menjadi lebih bertenaga, sistem penggerak depan sedikit jadi hambatan. Tenaga pada penggerak depan (ketika berbelok roda menarik ke satu sisi ketika berakselerasi) adalah masalah serius pada mobil sistem FWD yang mencapai 250HP. Karena ini untuk mobil yang lebih bertenaga adalah lebih populer dengan sistem RWD. Rear Wheel Drive Sebelum masa krisis minyak di tahun 1970-an, RWD adalah raja jalanan. Setiap kendaraan yang lebih mementingkan nilai kemewahan dari pada ekonomis pasti bersistem RWD. Peralihan masa dari RWD ke FWD berlangsung sekitar satu dekade. Mulai pertengahan tahun 80-an, segala ‘mobil ekonomis’, sedan keluarga, minivan dan banyak mobil sport-coupe beralih ke FWD. Simbol-simbol kemewahan seperti BMW dan Mercedes-Benz masih terus bertahan di RWD tapi Cadillac sudah mulai beralih ke FWD. Namun sekali lagi, masa kemudian berputar kembali. Beberapa tahun terakhir ini kita lihat banyak kendaraan yang mempopulerkan kembali sistem RWD. Ketika kendaraan-kendaraan menjadi lebih powerfull, memang menjadi sulit ketika kemudi harus melakukan steering dan accelerating dalam waktu bersamaan. Dengan roda depan melakukan steering dan roda belakang melakukan accelerating, hal tersebut lebih better-balance. RWD lebih bisa mendistribusikan berat (lebih mendekati 50-50 dari pada FWD) secara hal ini lebih baik dalam handling. Kemudian dengan berkembangnya teknologi kontrol traksi dan sistem manajemen stabilitas, keuntungan sistem FWD di medan licin mulai tersaingi oleh RWD. Hal ini adalah satu jurus para RWD untuk membendung derasnya sebuan mobil FWD yang terus berkembang. Sekarang, mobil-mobil sudah more powerfull dan hemat bbm. Sehingga kita bisa menilai FWD dan RWD dengan lebih objektif. Manakah yang lebih baik? FWD masih lebih unggul dalam hal packaging dan eficiency, menawarkan ruang penumpang yang lebih lega untuk mobil yang kecil. Sedangkan RWD menawarkan handling dan akselerasi lebih baik dan juga dengan teknologi tambahan akan ‘hampir’ menyamai FWD di medan-medan licin. Pada akhirnya, semua tergantung pada Anda, mobil apa yang Anda inginkan. Bila Anda suka performace, maka pilihannya adalah RWD. Jika Anda orang yang biasa saja, maka kemungkinan besar pilihan Anda adalah mobil kecil dengan ruangan yang lega, dan itu adalah mobil FWD. Setelah lebih dari 20 tahun, teknologi di kedua sistem tersebut telah berkembang, kelebihan dan kekurangan satu sama lain saling mengejar. Kesimpulannya, Anda sebagai konsumen kendaraan mempunyai lebih banyak pilihan dan itu artinya kita semua saling diuntungkan. Referensi : searchwarp.com
|