Berikut saya punya cerita tentang 'Nigerian Letter' yang terkenal di dunia internet ini.
Sekitar tahun 2001, saya mendapat sebuah email (email yahoo saya ini sudah saya pakai dari tahun 1998 sampai sekarang) dari seorang bernama Mariam Abacha, dia bercerita tentang konflik perang di negaranya dan betapa jiwanya dan keluarganya terancam. Karena itu dia bermaksud minta tolong kepada siapapun yang mau dititipin uang keluarganya yang berjumlah 42juta dolar untuk ditransfer sementara ke rekeningnya dan bila keadaan membaik maka dana tersebut akan diambil lagi dengan memberi bagian ‘terimakasih’ kepada si pemilik rekening sebesar 10%, berarti 4,2juta USD.
Waktu itu saya tidak tahu menahu tentang istilah email Fraud, atau reputasi dari email-email seperti ini. Dengan setengah iseng niat menolong dan tergiur dengan iming-iming uang itu, saya balas email itu dengan memberitahukan nomor HP saya dan nomor rekening BCA saya. Saya piker kalo mereka transfer ya syukur kalo ndak ya nothing to lose, wong di rekening saya gak pernah ada duitnya .. hehe.. apa yang mo dicuri dan gimana caranya??.. aman lah.
Eh tiba-tiba seminggu kemudian saya benar-benar dapat telepon dari seseorang, saya liat nomornya internasioanl dan yang menelepon pake bahasa Ingris patah-patah. Saya agak setengah yakin bahwa ini logat orang-orang negro –sedikit ilmu yang saya dapatkan karena saya sering nonton film, saya ‘agak’ bisa tahu tentang logat bicara etnis di dunia- Saya juga sebisa mungkin berkomunikasi dengan si penelepon, karena listening dan speaking skill saya yang masih pas-pasan. Intinya dia mewakili keluarga dari Nigeria sesuai yang ada di email itu. Bilang terimakasih dan segera akan mengatur urusan ini secepatnya. Beberapa hari kemudian dia mengirimkan email dengan foto keluarga dan foto dari tumpukan uang yang dimaksud untuk segera ingin diselamatkan…
Saya yang tidak pernah mengecek apa-apa manut saja. Mereka sering telepon untuk mengabarkan keadaan keluarga disana. Heran juga saya, orang ini betah sekali kalo telepon padahal jaman itu pulsa masih mahal, dari luar negeri lagi. Cuman anehnya nomor yang masuk kadang berkode luar negeri kadang juga tidak tampil, beda-beda gitu. Komunikasi intens ini berlanjut selama hamper 3 bulan. Mereka mengirim fax dari luar negeri mengenai bukti tertulis bahwa saya sudah diasuransikan untuk perjalanan ke Perancis untuk bertemu mereka. Saya benar-benar ndak ngerti alur skenarionya kenapa kok jadi ribet amat, saya masih mengira bahwa mungkin karena hal tersebut adalah karena tekanan konflik disana sehingga skenarionya dibuat serahasia mungkin dan sewaktu-waktu bias berubah, persis seperti film spionase. :D
Sampai kemudian mereka menyuruh saya pergi ke London. Saya bilang OK. Tapi lha terus mana sangunya (biayanya). Gila apa pergi kesana pake uang sendiri, mana alamatnya masih blom jelas, bias-bisa gak pulang lagi saya, dijadikan bahan campuran oli… hehehe.
Lha anehnya mereka masih terus saja menelpon dan memaksa supaya saya pergi ke London. Saya sekali lagi bilang Iya tapi kirim dulu duit buat tiket, akomodasinya. Lama-kelamaan saya jadi merasa terganggu karena mereka sering telepon tapi gak ada kejelasan. Akhirnya telepon-telepon itu gak saya angkat. Mereka juga kirim email, memohon supaya merespon.
Saya piker kenapa jadi ruwet sendiri, toh saya sudah bilang iya, tinggal mereka kirim duit jadi beres, selain itu gak ada urusan laen. Saya jadi heran apa terus maksudnya… gak jelas. Bukankah malah mereka ngabisin pulsa saja telpan telpon gak jelas maksudnya. Pernah ketika mereka telpon kemudian saya angkat dan saya tinggal kerja, telponnya ngomong sendiri … D

Setelah satu tahun, mereka berhenti telepon dan email. Tapi 3 tahun kemudian mereka email kembali meminta maaf dari seseorang yang lain dan memohon untuk menindaklanjuti urusan yang 3 tahun lalu sempat tertunda. Saya tidak lagi tertarik. Pada akhirnya saya mendapati kenyataan bahwa email-email seperti itu tidak hanya dikirim ke saya tapi ke semua orang dan sudah menjadi reputasi yang terkenal di dunia internet.
Sampai beberapa tahun terakhir ini email-email seperti itu masih kadang berdatangan ke inbox saya dengan cerita dan nama yang berbeda-beda. Kadang konfik keluarga, ada pula cerita seorang sersan Amerika yang nemu emas sepeti di perang Iraq. Macem-macem, intinya mereka minta tolong untuk menyelamatkan uang mereka dan akan memberi balas jasa terimakasih yang lumayan besar.
Sampai pada pagi ini ada laporan dari seorang klien saya bahwa dia menerima pesan serupa dari form webnya. Whuiih, berarti mereka udah lebih atraktif lagi, kalo dulu cuma kirim email spam/fraud tapi sekarang mereka bisa mengisi form-form yang tersedia di web-web juga untuk menyebarkan pesan-pesan tersebut.
Pada kasus klien saya tersebut, form sudah diberi Capthca, tapi toh pesan terkirim juga berarti saya asumsikan bahwa mereka memang memakai ‘human’ dan bukan software untuk melakukan pekerjaan tersebut. Mereka mencoba peruntungannya barangkali ada yang kecantol dengan pesan tersebut, terbukti klien saya hamper terkecoh, tapi untungnya dia nanya ke saya dan saya minta dia untuk abaikan saja.
Entah apa maksud mereka mengirimkan email seperti itu dan bila berhasil menggaet seseorang kemudian hasil akhirnya apa. Apakah motif pencucian uang? Atau apa? Saya blom tahu.
|