09

Apr

2008

Gembok Celana
Personal Life

Pagi tadi sambil 'ngudang' keponakan yang baru lahir, sekilas nonton tivi. Ada berita peraturan baru tentang para pekerja wanita panti pijat yang diharuskan memakai gembok celana. Tujuannya adalah supaya tidak terjadi "servis plus" usai memijat seperti yang sering di minta oleh konsumen. Jadi silahkan berpijat ria, tapi jangan sentuh bagian itu. Karena disentuhpun tak berfungsi maksimal karena sudah digembok!

Ups!.. saya suprised dan setengah ketawa. (Meskipun tertawa agak sedih) Sudah sebegitu canggihkah cara kita sekarang mengatasi masalah?? Lama-lama saya melihat diri kita seperti anak kecil yang bandel dan tidak pernah mau diberi nasihat. Seperti ketika kita mengendarai mobil dan di sebuah jalan ada peraturan bahwa 'Dilarang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk!'' .Logika siapapun pasti sudah setuju dengan aturan ini karena mengemudi dengan mabuk adalah sangat dekat dengan resiko chaos alias membuat kacau keadaan.

Image
Celana pengaman jaman dulu
Karena kita amat yakin dengan kemampuan kita sendiri, dengan canggihnya kita lalu berpikir, "..bagaimana saya supaya bisa tetap aman meski nyetir sambil mabuk ya? yang penting saya tetap bisa mabuk.. kan kalo mabuk tapi gak bahaya nyetirnya kan gak papa?.." begitu seringkali kita menganalisa, menyimpulkan dan mencari-cari alasan dan cara terhadap berbagai peraturan yang ada.

Akhirnya dengan pe-denya kita memasang ban karet di sekeliling mobil dan menyetirlah kita sambil mabuk dengan perasaan aman, "..toh ntar kalo nabrak juga gak papa, gak ada yang penyok, kan sudah dilindungi karet ban..", begitu dalam hati.

Itulah jiwa-jiwa pencari alasan, pemikir-pemikir kacau yang tidak menyadari kekacauan pikirannya sendiri dan bahkan berusaha melegalkan dan menyebarluaskan kekacauan ini. Inilah jiwa yang sering disebut 'Sesat dan Menyesatkan'. Tidak mau tunduk pada peraturan dengan alasan kebebasan berpikir. Kita menyangka bahwa kita telah sangat logis dan dapat mengontrol segalanya yang sebenarnya itu adalah kedunguan yang bersarang di dalam otak manusia sejak zaman Firaun.

Mohammad PBUH, sang tokoh ranking 1 dalam 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang zaman , sudah 'kasih tau', "Jangan berdua-duaan laki dan wanita yang bukan muhrim, apapun topiknya lambat laun hal tersebut akan mengarah kepada kekacauan"... mulai kekacauan paling ringan misalnya cemburunya suami atau istri, sampai yang paling kacau yaitu terlahirnya seorang anak tanpa ayah yang jelas (yang sering kita saksikan di tayangan infotaintment... ya ampun.. ternyata sudah bukan kata-kata klise lagi). Kemudian kita kembali berpikir seperti tadi, ".. kan kalo berduaan tapi pake celana gembok kan aman.."..???

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 
 
Webame268.com
cheap room in Bali Trusted Bali Business Directory Joomla templates and extensions dotshop, Toko Online Otomatis untuk Anda! Eko Flower | Perangkai Bunga Istana Negara Bali Pasadena Furniture | Finest Rattan Manufacture in Bali Info Cepat Jual Beli dll untuk Anda Omah Desa | Rumah Damai di tengah Desa. Harga Promo! Property Gallery Bali Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Your ad here Ingin pasang banner disini? Klik ini..

My Blog Categories