12

Jan

2012

ZTE LIGHT TAB PLUS aka ZTE V9+
Technology

Spec teknis: Processor=1 GHz MSM8255, Size Dimensions (mm) = 190 x 110 x 12.6, Weight (g)=403, Display=Capacitive MuitiTouch, 16M Colors, Size= 7 Inches, 1024x600 pixels, Internal (MB)= 512 MB RAM + 8GB ROM, Expansion= microSD, up to 32GB, Battery Type= Standard battery, Li-Ion 3400 mAh, Customization= Yes, Audio Format= MP3, MP3 Player= Yes, SMS= Yes, MMS=Yes, EMS= No, Email= Yes, Phone call= yes, Connectivity HSDPA= Yes, HSDPA 7.2Mbps / HSUPA 5.76 Mbps, EDGE= Yes, Bluetooth= Yes v2.1, 3G= Yes, GPRS= Yes, Infrared (IrDA)= No, USB Port= Yes, WIFI/WLAN= Yes, Data Cable= Yes, GPS= Yes, Platform OS= Android OS - 2.3 Gingerbread, Camera Lens Type CMOS, 3.2 Megapixel, Front Camera= Yes VGA

(yang saya bold adalah pertimbangan kelebihan dibanding tablet pesaingnya)

***

Kebutuhan saya adalah tablet phone Android. Saya tidak tertarik tablet yg tidak berfungsi phone karena terlalu banyak pengorbanan buat saya :). Saya musti bawa hape sendiri, tablet sendiri, kalo mau konek musti cari-cari wifi sementara yang bisa dikerjakan di sebuah tablet Android tanpa koneksi tak lebih dari main game, ngetik artikel atau menonton film, it’s not worth it. Dan saya tidak mencari yang 10”, karena saya pikir masih terlalu berat. Pengalaman membawa laptop mulai dari yang 17”, 14” lalu netbook 10” yang terkadang bikin ribet menjadi alas an saya ingin cari yang 7” atau 8” saja. Hape mungkin masih saya bawa tapi andai ketinggalan pun gak terlalu bingung karena tabletphone ini sudah berfungsi.

Sebelumnya saya sudah compare dan mencoba-coba beberapa pesaing sekelasnya yaitu Huawei Ideos S7 Slim, Olivepad, Samsung Galaxy Tab7 Plus, dan Axioo Picopad. Selain itu ada beberapa tablet yang kebetulan saya coba untuk keperluan kantor, meskipun agak lain fungsi, yaitu Acer Iconia A  dan Acer Iconia W. Kedua Acer ini adalah 10”.

Ada beberapa tablet yang tersedia tapi tidak saya sentuh untuk mencoba karena speknya dibawahnya dan info dari berbagai forum, Huawei Ideos S7 (baterai boros dan MAh kecil), ZTE Light Tab (800x400, CPU Clock : 600 MHz) atau terlalu rendah seperti  IMO Tab X3, (layarnya masih resistive)

Sebelum saya bayar, tentunya saya coba dulu di tokonya. Tentunya tidak bisa terlalu detail. Secara cepat saya masukkan sim card untuk mencoba fungsi telepon dan sms. Si doi langsung mengenali jaringan AXIS. Telephone ok sms ok. Sementara fungsi tablet (touch screen, auto rotate, speaker, HF) dengan os Androidnya bekerja normal. Agak deg-degan juga karena fungsi internetnya blom coba karena kartu AXIS saya tidak berisi paket internet dan tidak ada sinyal wifi di toko itu.

Baru di rumah saya pasang kartu telkomsel flash yang sudah berisi paket internet unlimited. Cara pasang kartunya musti lepas batere, persis seperti hape, tidak seperti Samsung yang tinggal colok di slot sampingnya. Secara si doi langsung manut mengenal jaringan telkomsel, setting APN dan wusshh.. koneksi data langsung tersambung. Segera dia saya persilahkan sedot berbagai perlengkapan yang diperlukan dari pasar malam Android Marketnya.

Malam itu saya butuh waktu sekitar 3 jam untuk charge sampai penuh. Jam 11 malam charge saya lepas dan kemudian saya pakai dengan kondisi koneksi data aktif, via gsm dan wifi, main game, film, baru baterai jadi merah kurang dari 10% jam 5 pagi sehari sesudahnya. Mm jadi sekitar 34 jam. Saya belum coba talktimenya karena blom saya buat telepon lama. Lumayan bagus lah. Entah ya kalo Samsung baterainya tahan berapa lama.

Dalam 34 jam itu si doi sempat hang waktu saya buat dunlud beberapa aplikasi dari Android Market berbarengan dan hendak saya pakai motret dalam waktu bersamaan. Hang. Saya tunggu sekitar 2 menit tetep aja. AKhirnya baterai saya lepas. Hmm kemungkinan karena multitasking dianggap terlalu berat hingga dia pusing. Sementara saya pakai normal-normal hingga saat ini belum sempat hang lagi.

Ukuran 7" memang membutuhkan handle lebih daripada hape kecil. Saya yang suka sembarangan ini jadi musti belajar lebih 'take care' membawanya. Tapi masih agak lumayan karena sya terbiasa bawa buku agenda kemana-mana, buat nyatet berbagai macam keperluan kayak bang madit :).

Dibanding Samsung Galaxy 7 plus, beda harganya hingga 2 juta. Kelebihan branding, processor, kamera dan versi os Honeycomb saya putuskan gak terlalu berharga untuk saya tebus seharga itu kecuali anda punya anggaran lebih. Saya pribadi selalu memasukkan faktor valuable price untuk mereview sebuah hardware.

Overall saya merasa happy sama si doi.

Link lain :

Perbandingan specs : http://www.91mobiles.com/compare/Huawei/IDEOS+S7/vs/ZTE/V9/vs/Samsung/Galaxy+Tab+8.9+16GB+WiFi+and+3G.html

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

28

Dec

2011

Bollywoodication
Personal Life

Entah dari mana ternyata bunga api atensi saya muncrat-muncrat hingga mengenai hal tentang Bollywood.

 ***

Musik dan lagu pada dasarnya adalah stimulan fantasi. Kira-kira seperti pil ectasy gitu lah. Atau juga seperti octan booster pada kendaraan. Atau juga seperti creatine untuk pefitness. Hal-hal tersebut sebenernya sih gak ada masalah tanpa itu semua, karena itu cuma akselerator sahaja.  Bahkan bila stimulannya terlalu tinggi kadarnya bisa terjadi overdosis karena ectasy, mesin kendaraan bisa overheat karena oktan terlalu tinggi, atau maksud hati pengin bodybuilding tapi malah jadi monster-nya Resident Evil. Tapi jika digunakan sesuai dosisnya maka fungsi stimulannya bisa juga bermanfaat.

Kuncinya adalah sesuai dosis. Tapi sebagaimana pepatah bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar, maka pada kenyataannya penggunaan stimulan sering dipakai sampai limit. Beberapa orang bereksperimen berharap mungkin bisa menghasilkan formula, rumus atau mutan baru, tapi ya namanya eksperimen tidak selalu berhasil. Thomas Alfa Edison saja membuat rusak 999 percobaan sebelum berhasil yang kali ke-1000 nya. Sehingga yang terjadi lebih banyak formula sampah daripada formula baru.

Musik dan lagu yang dasarnya hanya berfungsi stimulan kini sudah menjadi berbagai macam bentuk dan fungsi. Ada yang jadi musik sampah, ada pula yang diakui lebih berguna. Sangat bergantung pada kepentingan pelaku dan penikmatnya masing-masing, mulai dari pencipta yang idealis ingin berkarya, produser yang berorientasi komoditi bisnis, pemilik bisnis yang menggunakannya sebagai iklan, penjajah yang ingin propaganda dan brain wash, penyanyi yang ingin populer, pembajak yang ingin survive, sampai pemarodi yang cuma iseng.

Terserah Anda termasuk yang mana, termasuk yang sudah mengolah-alihnya ke dalam berbagai bentuk dan kepentingan atau termasuk mereka yang masih menggunakannya hanya sebagai fungsi dasar semata. (Saya teringat video lagu "Indonesia Tanah Air Beta"-nya Jaya Suprana, ada adegan biksu yang tidak mau menyanyi karena menurut beliau menyanyi adalah ectasy)

***

Ngomong-ngomong tentang musik dan lagu, saya punya usul iseng saja buat para pembuat indrustri lagu di Indonesia. Kalau kita berkiblat ke industri musik barat saya pikir terlalu banyak yang harus dikorbankan termasuk budaya masyarakatnya yang mati-matian dipertahankan dari serangan arus budaya barat. Jadi kalo industri musik diarahkan kiblatnya ke barat akan terjadi banyak benturan dan perombakan struktur budaya. Titik. Pikir aja sendiri terusnya..

Saya usulkan Anda mempelajari yang India lakukan dengan industri musiknya. Saya melihat India punya cara lebih unik. Ialah lebih memilih meluncurkan lagu dengan paket video klipnya alias lagu yang beredar kebanyakan adalah soundtrack film. Correct me if I'm wrong, mulai lagu Tujhe Yaad Na Meri Aayee, Chaiyya Chaiyya, Chaha Hai Tujhko sampai Kuch Kuch Hota Hai saya tidak pernah tahu penciptanya, bandnya atau penyanyi yang sebenarnya, yang terbayang adalah videoklip dengan aktor, penari, koreografi, pemandangan, cerita dan kostumnya yang paten.

Entah Anda mencibirnya atau apa tapi kenyataannya mereka berhasil menjualnya. Barangkali mereka berpikir ah tidak penting siapa pencipta, penyanyi atau boybandnya toh musik dan lagu hanyalah stimulan, kenapa tak sekalian kita buat pendukung suasananya yang paten? Dan itu ternyata lebih simpel urusannya plus lebih banyak duitnya dari pada membuat industri musik dengan ratusan penyanyi atau grup band baru. Belum terhitung artis hasil temuan acara bakat atau hasil youtube gak sengaja.

Mungkin Anda menjawab ah jadinya gak imajinatif kreatif donk..? Ya terserah sih, kalo masih enjoy dengan industri musik Indonesia yang ruwet ini ya go ahead saja. Tapi kepatenan yang mungkin Anda bilang membatasi imajinasi ini toh menciptakan seorang artis skala nasional bernama Briptu (coret) Norman, padahal dia cuma iseng meniru 10% saja lho.. hehe

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

16

Nov

2011

Tata Tertib Tawuran
General


  1. Bila kalian sudah berkumpul, buatlah lingkaran besar, sekitar radius 10 – 30 meter. Jangan berlari-lari tanpa arah dan tidak jelas mana targetmu.
  2. Setelah lingkaran terbentuk, pilihlah 5-10 orang terbaik yang akan mewakili masing-masing kelompokmu untuk berkelahi 1 lawan 1. Hanya tangan kosong, senjata tidak diperkenankan karena nilai kemenangan tidak akan akurat
  3. Masing-masing wakil bergiliran maju satu persatu hingga berakhir dengan ketidakberdayaan salah satu, kalo bisa jangan sampe mati karena kurang mengandung unsur entertaintment. Agar lebih resmi dianjurkan memakai seragam atau bendera symbol masing-masing kelompok, karena yang demikian akan memberikan spirit kepada para petawur dan menjelaskan kepada penonton dan masyarakat siapa pihak yang sedang bertikai
  4. Para penonton yang lain boleh memberi dukungan semaksimal mungkin dengan yel-yel, tarian, instrument, asalkan tetap menjaga kehormatan tawuran yaitu dilarang mencurangi lawan dengan senjata-senjata rahasia jarak jauh misal sumpit, panah, pistol, batu dll. Bila lawan terlempar ke pihak penonton segera kembalikan ke tengah arena tanpa diusik
  5. Bila sebuah babak sudah berakhir, terimalah kekalahan atau kemenangan wakil Anda dengan sportif dan legowo, bila masih belum puas majulah sendiri satu lawan satu, jangan hanya berani teriak tapi temannya yang suruh maju.
  6. Setelah semua wakil selesai bertawur maka bubarlah dengan tertib, bawalah segera jagoan-jagoan Anda yang terluka ke puskesmas terdekat atau lebih baik Anda sudah menyiapkan kotak P3K sendiri atau seksi kesehatan di kelompok Anda.
  7. Pertawuran yang sporadis, melempar batu, menghancurkan kampus sendiri, memacetkan jalan, mengacung-ngacungkan senjata dibelakang barisan, merusak kendaraan adalah tawuran tanpa kemenangan dan kehormatan yang tidak pernah ditulis oleh sejarah dan tidak pernah dicontohkan oleh nenek moyang kita sejak jaman Majapahit.
  8. Bila Anda mengikuti tata tertib tersebut diatas maka beberapa manfaat yang bisa dipetik adalah : Masalah dan pihak individu yang bertikai terlihat lebih jelas, Anda akan lebih selamat dari menjadi korban solidaritas kelompok yang absurd. Pada level tertentu acara tawuran tertib ini bisa di dokumentasikan dan dijual secara komersil karena mengandung unsur entertainment tertentu, lihat referensi video “Backyard Fighting”.

Demikian tata tertib ini dibuat semoga berguna bagi semua pihak, khususnya para pecinta tawuran masal yang kesulitan mencari buku panduannya.

{fcomment}

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

14

Nov

2011

Cheating Level 1
Personal Life

These couple of nights it can often be heard from my next door a husband and wife quarrel. I do not understand the language but according to the news they fight over her husband's infidelity. Even last night about 3 o'clock in the morning I was awakened by my wife because she feared his wife was fuel-burn something on the side of the house. I said just let it be, she is probably burning some photos.. In the morning I just knew it was burning clothes.

***

If I may give a little advice for the wives, like this .. First do not talk in a state of emotion, it would only muddy the waters. Emotions are burning up but calmness and common sense must remain on top. That is only the path that must be passed if still expect the conversations that produce a way out.

Secondly, know that it has several levels of cheating. Call it a level 1, 2 and 3. When the husband’s cheating is still at level 1, then as a wife, I recommend you to just simply shut up. Whether you know or not. Just shut up and shall apply reasonable and fun. Do not give the ultimate question 'choose me or her’ because in the cheating level 1 this question is not necessary,  it will throw you both in a more complicated situation.

For verily Cheating level 1 is when the husband is still in the stage of interested, fascinated and amazed with another woman. He has not decided to leave you and divert time and energy to her. Cheating level 1 still have two possibilities, namely up to level 2 or go back to point  0 again. At this level 1 condition husband was actually comparing her with you.

As with any new healthy person feels when sick, more delicious diner A THAN diner B, artist A is more idol  THAN  artist B, as well as a spouse, sometimes at a certain moment the husband (or wife) requires a comparison of materials. Is to assure that his wife is still the best for him. So actually for the wives, in this condition it is best to be gentle and loving. Because it will increase the percentage likelihood cheating level 1 will return to the point 0, plus the husband will draw the conclusion that his wife was the best. But if you're doing is panicking, angry, sullen, even decided to give the ultimate question, then it plunged into the choice of husband-prone. Like the flu is still cold you decide to do the amputation surgery .. oh no. Again you must learn to restrain jealousy and emotion. For the good of your own.

What do you as a wife expect with this situation? Temptations of other women is an inevitable thing out there, from the environment, media, etc., either husband or before husband. You can not possibly sterilization unless the world contains only the human you and your husband, I and the other was a sculpture. You also may not believe 100% that your husband has no slightest vibration in the mind by the charms of other women -well, actually his normality must be retested if the so-. So the best you can do is cope with the situation after situation that occurs according to level. Remember when you first get married before, you feel proud to beat rivals your husband's girlfriend, in fact the competition was not yet over. So do not cease to tempt your husband with your charm like old times-not only physically alone.

Third, you (and husband) better do introspect silently first, because it could be his cheating is an access from the long accumulation of far less comfortable thing. Cheating often starts from a dead end or the callousness of verbal communication, gestures or written with his wife, and he found it on others. Dispose of your prestige, frankly ask if you want.

Because when the cheating has advanced to level 3, then the anger was still too vain, he had nothing you.

{fcomment}

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

03

Oct

2011

Testing picopad
Technology


picopad axioo. masiih banyak keterbatasan. editor tidak bisa mendeteksi / membuat huruf besar setelah titik. editor tidak berfuungsii waktu mengisi form artikel, baru bisa muncul kalau saya switch ke toggle editor. doownload terkadang berhenti tanpa sebab. sd card sempat gak kebaca.

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 
More Articles...
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 37
 
Webame268.com

My Blog Categories